Blog Gizi dan Kesehatan

it's about your everyday life.
Your Ad Here

Mengapa Melamin bisa ada di Susu?  


Melamin merupakan bahan pembentuk plastik yang mengandung kadar Nitrogen tinggi. Secara komersial melamin berbentuk bubuk. Didalam sistem pembelian susu segar dari petani, biasanya faktor yang diukur menjadi kriteria harga adalah kandungan proteinnya. Semakin tinggi kandungan protein dalam susu petani, maka harganya akan semakin tinggi.

Untuk mengukur kandungan protein ini, biasanya metode yang digunakan adalah mengukur kadar Nitrogen dalam sampel. kadar Nitrogen dalam sampel biasanya diasumsikan sama dengan kadar protein. Para petani/peternak ini ingin mendapatkan untung yang setinggi-tingginya. Oleh karena itu mereka menambahkan air kedalam susu segar. Agar kandungan protein dalam susu campuran tersebut tetap tinggi, maka mereka menambahkan bubuk melamin kedalam campuran susu tersebut. Sehingga otomatis kandungan nitrogennya akan meningkat. Apabila dilakukan uji kandungan protein maka kandungan Nitrogen yang diasumsikan sebagai protein akan meningkat pula.

Sebelumnya belum pernah ada kasus pencemaran susu oleh melamin. Sehingga dari otoritas Badan Pengawas Makanan tidak menganjurkan pemeriksaan zat ini dalam susu. Sehingga keberadaan melamin dalam makanan dapat lolos. Namun dengan adanya kasus keracunan melamin dalam susu ini, maka uji terhadap melamin ini menjadi suatu keharusan yang mendesak.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Ga Sarapan, Berat Badan Naik?  


Sudah banyak artikel kesehatan yang menekankan pentingnya sarapan pagi bagi die penurunan berat badan. Namun baru kali ini saya menyadari kebenaran saran tersebut. Seminggu yang lalu saya tugas ke daerah Sumatera Selatan. Tuntutan pekerjaan yang cukup padat dan mobilitas yang tinggi memaksa saya untuk menunda sarapan dan menggantinya dengan segelas kopi ataupun teh manis. Alhamdulillah selama 1 minggu disana dengan pola makan yang hanya 2 kali makan, kesehatan saya tidak mengalami gangguan, walaupun aktivitas disana cukup berat dan cukup panjang.

Pada saat saya kembali ke kantor, banyak teman-teman yang berkomentar bahwa berat saya bertambah. Hal ini tidak saya sadari. Namun saya menduga hal ini karena selama 1 minggu, saya tidak sarapan pagi. Kenapa bisa? Sarapan pagi sebenarnya penting bagi kesehatan. Perut kita kosong lebih dari 10 jam dari terakhir kita makan malam. Dengan adanya sarapan pagi makan tubuh mempunyai cukup energi untuk persiapan aktivitas kita.

Secara tidak disadari, saya meningkatkan porsi makan di siang hari dan malam hari sebagai kompensasi atas porsi sarapan yang hilang. Sepertinya tubuh juga beradaptasi dengan efisiensi penyerapan zat gizi yang lebih baik pada saat saya tidak sarapan. Sehingga walaupun aktivitas saya tinggi, namun tubuh menyerap zat gizi dan energi lebih baik pada makanan yang saya konsumsi.

Dalam hal diet penurunan berat badan, sarapan memegang peranan penting dalam pengendalian asupan kalori yang masuk ketubuh. Disarankan untuk meningkatkan persentase asupan kalori pada saat sarapan, dengan mengurangi porsi makan siang dan mengkompensasikannya dengan makan lebih banyak pada saat sarapan. Sehingga pada saat makan siang kita tidak terlalu lapar, dan porsi makan siang pun menjadi lebih sedikit. Ingat pada saat lapar, kecenderungan kontrol kita terhadap apa yang kita makan menjadi berkurang, atau kita lebih banyak mengambil lauk-pauk dalam jumlah yang lebih besar.

So, jika anda ingin mempertahankan berat tubuh anda jangan lupakan sarapan pagi. Sarapan hingga kenyang agar tidak perlu ngemil pada saat sebelum makan siang. Have a tasty breakfast then....

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Merokok Dapat Menyebabkan Katarak?  

"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN."

Kalimat tersebut kerap saya jumpai di bungkus rokok. Namun hari ini saya cukup terkejut ketika sedang browsing sebuah jurnal kesehatan. Selain gangguan kesehatan diatas, ternyata merokok juga dapat mengakibatkan gangguan penglihatan yaitu Katarak. Sepengetahuan saya, katarak umumnya terjadi pada penderita kencing manis dan orang yang sudah tua.

Katarak merupakan gangguan penglihatan pada mata, dimana lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Akibatnya cahaya yang sampai ke retina menjadi kabur dan tidak jelas. Jelas hal ini berbahaya, karena jika benda yang kita lihat menjadi kabur tentu kita akan mengalami kesulitan untuk berjalan dan harus meraba-raba. Katarak dapat terjadi pada setiap orang. Katarak merupakan proses degeneratif dimana terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh, termasuk lensa mata kita. Lensa mata yang tadinya jernih akan menjadi semakin keruh seiring dengan pertambahan usia. Namun kadar kekeruhan lensa mata pada setiap orang berbeda, tergantung dari faktor diet, makanan, lingkungan dan faktor lainnya termasuk merokok.

Sebuah penelitian dilakukan di swedia pada tahun 1997 hingga 2002 dengan melibatkan 34.595 orang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara merokok dan resiko terbentuknya katarak. Ternyata, setelah 5 tahun penelitian dilakukan didapatkan hasil dimana merokok ternyata dapat meningkatkan resiko terkena penyakit katarak. Semakin lama dan semakin banyak rokok yang dihisap, maka resiko terkena katarak akan semakin besar pula.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Lensa mata kita 98%-nya adalah protein. Protein pembentuk lensa mata ini sangat sensitif sekali terhadap sinar ultraviolet dan radikal bebas. Apabila lensa mata terserang oleh sinar ultraviolet dan radikal bebas, maka sel-sel protein pada lensa mata akan menjadi rusak dan mengendap di lapisan mata. Sehingga lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat jatuh ke retina.

Untunglah tubuh kita mempunyai antioksidan yang berasal dari makanan bergizi yang kita makan. Antioksidan ini berfungsi sebagai pelindung mata dari reaksi oksidasi radikal bebas dan sinar ultraviolet. Sehingga lensa mata kita masih dapat berfungsi dengan normal. Pada sebatang rokok mengandung racun dan bahan kimia yang bersifat sebagai radikal bebas. Apabila konsumsi rokok meningkat, maka akan semakin banyak antioksidan yang dikorbankan tubuh untuk melindungi lensa mata dan sel-sel tubuh lainnya dari kerusakan. Apabila cadangan antioksidan tubuh menipis, maka ada sebagian sel-sel tubuh yang tidak dapat dilindungi dari serangan radikal bebas ini. Salah satunya adalah sel-sel protein pada lensa mata. Akibatnya, sel protein menjadi rusak dan menggumpal membentuk endapan yang menghalangi masuknya cahaya ke retina mata.

Bagaimana mencegahnya?

  • kurangi dan hentikan kebiasaan merokok
  • konsumsi makanan bergizi terutama sayuran hijau dan buah-buahan yang berwarna merah dan kuning yang banyak mengandung anti oksidan
  • konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan dan kecambah
  • hindarkan mata dari sinar ultra violet
Sayangi mata anda.......


Sumber:
http://aje.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/162/1/73
http://www.ajcn.org/cgi/reprint/62/6/1439S?
wikipedia (foto)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Hindarkan Anak dari Junk Food!  


MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau junk food tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Bahkan tak jarang para orang tua malah mengenalkan makanan tidak sehat ini kepada anak-anaknya sejak dini.

Ketika mengajak jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan, banyak orang tua membelikan anak mereka junk food. Begitu perut lapar, anak-anak langsung diajak menyantap paket menu yang terdiri dari nasi plus ayam goreng, atau burger bersusun tiga ditambah sekantong kentang goreng plus segelas soda.

Padahal dari sisi kesehatan sudah diketahui dengan jelas betapa besar risiko kesehatan yang dihadapi bila mengonsumsi makanan junk food secara rutin.

Seperi dipaparkan DR. Dr Saptawati Bardasono, MSc, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), junk food dapat dikonotasikan sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makanan sampah. Makanan ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji dengan menawarkan rasa yang lezat dan membuat ketagihan.

¨Junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang dikandungnya melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus seimbang,,¨ terang DR. Saptawati saat ditemui di sebuah hotel Jakarta, Rabu (16/4).

Bila junk food sudah merambah anak anak dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka, lanjut Saptawati, maka dikhawatirkan risiko mengidap berbagai penyakit akan mengintai sejak usia dini.

¨Mereka sudah dari awal akan memiliki risiko mengidap berbagai penyakit seperti jantung, tekanan darah, diabetes, atau jenis penyakit berat lainnya. Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dihindarkan untuk mengonsumsinya. Yang lebih baik tetap makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi seimbang,¨ tambahnya.

Kalori berlebih
Bila ditelaah, junk food memang layak disebut makanan sampah karena dihitung dari nilai gizi, makanan ini sangatlah tidak seimbang. Sebungkus kentang goreng misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum lagi bila ditambah minuman soda bisa melebihi total 2000 kalori.

Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori, sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900 . Berarti, makan sekali sajian, belum termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk anak-anak.

Junk food juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral justru terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan. Jadi sebaiknya hindarkan anak Anda dari junk food!

Sumber: Kompas, 16 April 2008

Read More...
AddThis Social Bookmark Button