Blog Gizi dan Kesehatan

it's about your everyday life.
Your Ad Here

Tips Mencegah Diare (Keracunan Makanan)  

Hmmm...musim hujan sudah mulai turun, saluran air sudah mulai penuh dengan sampah-sampah yang hanyut dan di beberapa daerah sudah mulai banjir. Biasanya pada saat ini kasus diare akan banyak bermunculan. Penyebabnya adalah hygiene dan sanitasi yang kurang. Pada saat musim hujan, biasanya kualitas air minum menurun karena tercemar oleh bakteri dari sampah-sampah yang terbawa banjir.

Bakteri seperti Eschericia coli dan Salmonella adalah ancaman utama. Apabila mereka menempel pada bahan makanan, maka mereka akan berkembang biak dengan cepat. Dalam kondisi ideal bakteri-bakteri ini dapat membelah per 10 menit sekali, dan dalam waktu 4 jam, 1 bakteri akan membelah hingga mencapai jumlah 1,000,000 bakteri. Dengan jumlah yang cukup banyak tersebut, racun yang dihasilkan oleh bakteri akan cukup untuk menyebabkan kita mengalami diare, sakit perut, muntah-muntah hingga pusing. Namun jika daya tahan tubuh kita baik, tubuh kita dapat menangkalnya. Celakanya pada saat musim hujan ini, kondisi tubuh kita sering menurun. Sehingga kita perlu mewaspadai akan bahaya bakteri ini pada makanan yang kita makan.

Berikut tips untuk mencegah agar anggota keluarga kita tidak mengalami keracunan makanan (diare) pada musim penghujan ini:

  1. Masak makanan hingga matang. bahan makanan seperti daging, ayam, ikan dan telur merupakan bahan makanan disukai oleh bakteri karena tinggi kandungan karbohidrat dan proteinnya. Selalu masak bahan makanan tersebut hingga matang (minimal hingga suhu 70 derajat celcius).
  2. Jaga agar makanan tetap hangat, jika makanan sudah dingin dan akan dimakan sebaiknya dipanaskan kembali. Memanaskan makanan hanya boleh 1 kali saja. karena proses pemanasan hanya membunuh bakteri saja sedangkan racun yang dihasilkan oleh bakteri tidak dapat hancur oleh proses pemasakan.
  3. Sebaiknya gunakan pisau dan talenan yang berbeda untuk mengolah daging dan bahan makanan lain yang sudah masak. Daging mentah mengandung bakteri sedangkan makanan masak sudah bebas dari bakteri. jika menggunakan pisau yang sama untuk mengolah daging dan memotong makanan masak, dikhawatirkan bakteri dari daging akan mencemari makanan yang sudah masak. Begitu pula dengan talenan.
  4. Selalu cuci sayuran dan buah sebelum dimakan. untuk sayuran yang langsung dimakan, potonglah akarnya, kemudian potong-potong baru dicuci. saat ini telah tersedia produk khusus untuk mencuci sayuran dan buah. gunakanlah produk ini untuk mencuci sayuran dan buah yang akan langsung dimakan. pada sayuran biasanya di akarnya banyak mengandung bakteri E. Coli.
  5. Jika menggunakan air untuk memasak, didihkan terlebih dahulu air tersebut. agar bakteri dalam air mati.
  6. kadang kasus keracunan makanan juga diakibatkan karena yang memasak makanan juga ikut mencemari makanan. sebaiknya selalu cuci tangan sebelum mengolah makanan, setelah memegang daging dan sayuran, setelah dari toilet, dan setelah dari luar rumah. Cuci tangan yang baik dilakukan minimal selama 15 detik menggunakan sabun.
  7. Serangga dan tikus. lakukan pest control (pembasmian serangga dan tikus) pada rumah anda. hewan-hewan tersebut selain menjijikkan juga banyak membawa kuman penyakit. jaga kebersihan rumah dan buang sampah. perhatikan juga kebersihan lingkungan rumah anda
  8. Jangan membeli makanan di luar rumah jika tidak yakin dengan kebersihannya.
Disarikan dari Codex (Code of Practice General Principles of Food Hygiene 2003)

AddThis Social Bookmark Button

0 Comment(s)

Poskan Komentar