Blog Gizi dan Kesehatan

it's about your everyday life.
Your Ad Here

Sayuran Anti Lupa  

“Duh koq lupa yah….” Mungkin anda pernah mengalami kelupaaan membawa Handphone atau kunci rumah anda. Semua orang pasti pernah mengalaminya, namun jika lupa ini sudah menjadi suatu kebiasaan atau sudah terlalu sering berarti ada yang tidak beres.

Seringnya lupa menandakan mulai terjadinya penurunan fungsi otak anda. Sel-sel otak seperti halnya sel-sel tubuh juga mengalami proses degeneratif. Prosen ini mengakibatkan jumlah sel otak berkurang dan fungsi otak juga akan menurun. Hal ini dapat terjadi jika tubuh terlalu banyak dan sering terpapar oleh radikal bebas seperti polusi dan zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan. Makanan yang tidak sehat seperti sering makanan goreng-gorengan dapat mempercepat proses degeneratif sel tubuh kita. Tapi terkadang kita tidak bisa mencegah diri kita terkena polusi, asap rokok atau menghindar dari makanan yang digoreng.

Supaya fungsi otak tetap terjaga, maka anda sebaiknya memperbanyak konsumsi sayuran, terutama sayuran yang berwarna. Sayuran yang berwarna banyak mengandung Vitamin E yang berfungsi sebagai anti oksidan. Anti oksidan ini di dalam tubuh akan digunakan untuk melindungi sel-sel tubuh anda dari radikal bebas. Termasuk sel-sel otak anda.

Pilihlah sayuran berikut dalam menu anda:

  • Kacang-kacangan termasuk kecambah, kedelai dan tauge
  • Brokolli
  • Kol
  • Wortel
  • Terong
  • Selada
  • Bayam
  • Ubi
  • Dan sayur-sayuran lain yang berwarna hijau

Konsumsi sayur 3 kali sehari dapat meningkatkan fungsi otak anda, mencegah dari sering lupa.

Penelitian membuktikan ada korelasi positive antara mengkonsumsi sayuran dengan pencegahan penyakit Alzheimer. Untuk mendapatkan fungsi yang optimal dari sayuran ini, sebaiknya pengolahan sayuran dilakukan dengan cara ditumis namun tidak sampai layu. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Dengan adanya minyak, maka dapat meningkatkan jumlah vitamin E yang dapat diserap oleh tubuh anda.

Sumber: American Academy of Neurology (reference), Scientific American (picture)

AddThis Social Bookmark Button

0 Comment(s)

Poskan Komentar