Blog Gizi dan Kesehatan

it's about your everyday life.
Your Ad Here
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Sayuran Anti Lupa  

“Duh koq lupa yah….” Mungkin anda pernah mengalami kelupaaan membawa Handphone atau kunci rumah anda. Semua orang pasti pernah mengalaminya, namun jika lupa ini sudah menjadi suatu kebiasaan atau sudah terlalu sering berarti ada yang tidak beres.

Seringnya lupa menandakan mulai terjadinya penurunan fungsi otak anda. Sel-sel otak seperti halnya sel-sel tubuh juga mengalami proses degeneratif. Prosen ini mengakibatkan jumlah sel otak berkurang dan fungsi otak juga akan menurun. Hal ini dapat terjadi jika tubuh terlalu banyak dan sering terpapar oleh radikal bebas seperti polusi dan zat-zat kimia yang terkandung dalam makanan. Makanan yang tidak sehat seperti sering makanan goreng-gorengan dapat mempercepat proses degeneratif sel tubuh kita. Tapi terkadang kita tidak bisa mencegah diri kita terkena polusi, asap rokok atau menghindar dari makanan yang digoreng.

Supaya fungsi otak tetap terjaga, maka anda sebaiknya memperbanyak konsumsi sayuran, terutama sayuran yang berwarna. Sayuran yang berwarna banyak mengandung Vitamin E yang berfungsi sebagai anti oksidan. Anti oksidan ini di dalam tubuh akan digunakan untuk melindungi sel-sel tubuh anda dari radikal bebas. Termasuk sel-sel otak anda.

Pilihlah sayuran berikut dalam menu anda:

  • Kacang-kacangan termasuk kecambah, kedelai dan tauge
  • Brokolli
  • Kol
  • Wortel
  • Terong
  • Selada
  • Bayam
  • Ubi
  • Dan sayur-sayuran lain yang berwarna hijau

Konsumsi sayur 3 kali sehari dapat meningkatkan fungsi otak anda, mencegah dari sering lupa.

Penelitian membuktikan ada korelasi positive antara mengkonsumsi sayuran dengan pencegahan penyakit Alzheimer. Untuk mendapatkan fungsi yang optimal dari sayuran ini, sebaiknya pengolahan sayuran dilakukan dengan cara ditumis namun tidak sampai layu. Vitamin E merupakan vitamin yang larut dalam lemak. Dengan adanya minyak, maka dapat meningkatkan jumlah vitamin E yang dapat diserap oleh tubuh anda.

Sumber: American Academy of Neurology (reference), Scientific American (picture)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Ga Sarapan, Berat Badan Naik?  


Sudah banyak artikel kesehatan yang menekankan pentingnya sarapan pagi bagi die penurunan berat badan. Namun baru kali ini saya menyadari kebenaran saran tersebut. Seminggu yang lalu saya tugas ke daerah Sumatera Selatan. Tuntutan pekerjaan yang cukup padat dan mobilitas yang tinggi memaksa saya untuk menunda sarapan dan menggantinya dengan segelas kopi ataupun teh manis. Alhamdulillah selama 1 minggu disana dengan pola makan yang hanya 2 kali makan, kesehatan saya tidak mengalami gangguan, walaupun aktivitas disana cukup berat dan cukup panjang.

Pada saat saya kembali ke kantor, banyak teman-teman yang berkomentar bahwa berat saya bertambah. Hal ini tidak saya sadari. Namun saya menduga hal ini karena selama 1 minggu, saya tidak sarapan pagi. Kenapa bisa? Sarapan pagi sebenarnya penting bagi kesehatan. Perut kita kosong lebih dari 10 jam dari terakhir kita makan malam. Dengan adanya sarapan pagi makan tubuh mempunyai cukup energi untuk persiapan aktivitas kita.

Secara tidak disadari, saya meningkatkan porsi makan di siang hari dan malam hari sebagai kompensasi atas porsi sarapan yang hilang. Sepertinya tubuh juga beradaptasi dengan efisiensi penyerapan zat gizi yang lebih baik pada saat saya tidak sarapan. Sehingga walaupun aktivitas saya tinggi, namun tubuh menyerap zat gizi dan energi lebih baik pada makanan yang saya konsumsi.

Dalam hal diet penurunan berat badan, sarapan memegang peranan penting dalam pengendalian asupan kalori yang masuk ketubuh. Disarankan untuk meningkatkan persentase asupan kalori pada saat sarapan, dengan mengurangi porsi makan siang dan mengkompensasikannya dengan makan lebih banyak pada saat sarapan. Sehingga pada saat makan siang kita tidak terlalu lapar, dan porsi makan siang pun menjadi lebih sedikit. Ingat pada saat lapar, kecenderungan kontrol kita terhadap apa yang kita makan menjadi berkurang, atau kita lebih banyak mengambil lauk-pauk dalam jumlah yang lebih besar.

So, jika anda ingin mempertahankan berat tubuh anda jangan lupakan sarapan pagi. Sarapan hingga kenyang agar tidak perlu ngemil pada saat sebelum makan siang. Have a tasty breakfast then....

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Merokok Dapat Menyebabkan Katarak?  

"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN."

Kalimat tersebut kerap saya jumpai di bungkus rokok. Namun hari ini saya cukup terkejut ketika sedang browsing sebuah jurnal kesehatan. Selain gangguan kesehatan diatas, ternyata merokok juga dapat mengakibatkan gangguan penglihatan yaitu Katarak. Sepengetahuan saya, katarak umumnya terjadi pada penderita kencing manis dan orang yang sudah tua.

Katarak merupakan gangguan penglihatan pada mata, dimana lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Akibatnya cahaya yang sampai ke retina menjadi kabur dan tidak jelas. Jelas hal ini berbahaya, karena jika benda yang kita lihat menjadi kabur tentu kita akan mengalami kesulitan untuk berjalan dan harus meraba-raba. Katarak dapat terjadi pada setiap orang. Katarak merupakan proses degeneratif dimana terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh, termasuk lensa mata kita. Lensa mata yang tadinya jernih akan menjadi semakin keruh seiring dengan pertambahan usia. Namun kadar kekeruhan lensa mata pada setiap orang berbeda, tergantung dari faktor diet, makanan, lingkungan dan faktor lainnya termasuk merokok.

Sebuah penelitian dilakukan di swedia pada tahun 1997 hingga 2002 dengan melibatkan 34.595 orang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara merokok dan resiko terbentuknya katarak. Ternyata, setelah 5 tahun penelitian dilakukan didapatkan hasil dimana merokok ternyata dapat meningkatkan resiko terkena penyakit katarak. Semakin lama dan semakin banyak rokok yang dihisap, maka resiko terkena katarak akan semakin besar pula.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Lensa mata kita 98%-nya adalah protein. Protein pembentuk lensa mata ini sangat sensitif sekali terhadap sinar ultraviolet dan radikal bebas. Apabila lensa mata terserang oleh sinar ultraviolet dan radikal bebas, maka sel-sel protein pada lensa mata akan menjadi rusak dan mengendap di lapisan mata. Sehingga lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat jatuh ke retina.

Untunglah tubuh kita mempunyai antioksidan yang berasal dari makanan bergizi yang kita makan. Antioksidan ini berfungsi sebagai pelindung mata dari reaksi oksidasi radikal bebas dan sinar ultraviolet. Sehingga lensa mata kita masih dapat berfungsi dengan normal. Pada sebatang rokok mengandung racun dan bahan kimia yang bersifat sebagai radikal bebas. Apabila konsumsi rokok meningkat, maka akan semakin banyak antioksidan yang dikorbankan tubuh untuk melindungi lensa mata dan sel-sel tubuh lainnya dari kerusakan. Apabila cadangan antioksidan tubuh menipis, maka ada sebagian sel-sel tubuh yang tidak dapat dilindungi dari serangan radikal bebas ini. Salah satunya adalah sel-sel protein pada lensa mata. Akibatnya, sel protein menjadi rusak dan menggumpal membentuk endapan yang menghalangi masuknya cahaya ke retina mata.

Bagaimana mencegahnya?

  • kurangi dan hentikan kebiasaan merokok
  • konsumsi makanan bergizi terutama sayuran hijau dan buah-buahan yang berwarna merah dan kuning yang banyak mengandung anti oksidan
  • konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan dan kecambah
  • hindarkan mata dari sinar ultra violet
Sayangi mata anda.......


Sumber:
http://aje.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/162/1/73
http://www.ajcn.org/cgi/reprint/62/6/1439S?
wikipedia (foto)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Hindarkan Anak dari Junk Food!  


MENGONSUMSI makanan redah kadar gizi atau junk food tampaknya sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat terutama di kota-kota besar. Bahkan tak jarang para orang tua malah mengenalkan makanan tidak sehat ini kepada anak-anaknya sejak dini.

Ketika mengajak jalan-jalan ke mall atau pusat perbelanjaan, banyak orang tua membelikan anak mereka junk food. Begitu perut lapar, anak-anak langsung diajak menyantap paket menu yang terdiri dari nasi plus ayam goreng, atau burger bersusun tiga ditambah sekantong kentang goreng plus segelas soda.

Padahal dari sisi kesehatan sudah diketahui dengan jelas betapa besar risiko kesehatan yang dihadapi bila mengonsumsi makanan junk food secara rutin.

Seperi dipaparkan DR. Dr Saptawati Bardasono, MSc, Sekjen Pengurus Pusat Persatuan Dokter Gizi Medik Indonesia (PDGMI), junk food dapat dikonotasikan sebagai makanan yang kualitas gizinya rendah atau juga makanan sampah. Makanan ini biasanya dikemas sebagai menu cepat saji dengan menawarkan rasa yang lezat dan membuat ketagihan.

¨Junk food biasanya mengandung padat kalori, lemak dan bumbu-bumbu dengan kadar garam tinggi sehingga menimbulkan sensasi rasa yang sangat lezat di lidah. Ini jelas tidak sehat karena lemak, kalori dan zat-zat lain yang dikandungnya melebihi batas yang ditentukan. Padahal, komposisi makanan sehat itu kan harus seimbang,,¨ terang DR. Saptawati saat ditemui di sebuah hotel Jakarta, Rabu (16/4).

Bila junk food sudah merambah anak anak dan menjadi bagian dari gaya hidup mereka, lanjut Saptawati, maka dikhawatirkan risiko mengidap berbagai penyakit akan mengintai sejak usia dini.

¨Mereka sudah dari awal akan memiliki risiko mengidap berbagai penyakit seperti jantung, tekanan darah, diabetes, atau jenis penyakit berat lainnya. Oleh sebab itu, anak-anak sebaiknya dihindarkan untuk mengonsumsinya. Yang lebih baik tetap makanan dengan kandungan gizi dan nutrisi seimbang,¨ tambahnya.

Kalori berlebih
Bila ditelaah, junk food memang layak disebut makanan sampah karena dihitung dari nilai gizi, makanan ini sangatlah tidak seimbang. Sebungkus kentang goreng misalnya dapat mengandung 500 kalori, hamburger sekitar 500 kalori, belum lagi bila ditambah minuman soda bisa melebihi total 2000 kalori.

Rata-rata kebutuhan kalori untuk pria dewasa saja rata-rata hanya 1.900 kalori, sedangkan anak-anak sekitar 1500-1900 . Berarti, makan sekali sajian, belum termasuk minumnya, sudah melewati lebih dari separuh kebutuhan kalori untuk anak-anak.

Junk food juga dapat mengandung kolesterol dan gula yang tinggi. Sementara kandungan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral justru terabaikan. Yang dikhawatirkan, junk food kemungkinan mengandung zat berbahaya lain seperti bahan pengawet dan zat aditif yang membuat anak ketagihan. Jadi sebaiknya hindarkan anak Anda dari junk food!

Sumber: Kompas, 16 April 2008

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Resiko Kesehatan Perokok Pasif dan Pencegahannya  


Fuhhh....pernahkah anda merasa dada anda sesak dengan asap rokok pada saat anda naik angkutan umum, di kantor atau di rumah? Sangat menyebalkan sekali tentunya...orang lain yang merokok anda yang mendapat sengsaranya. Jika anda sering mengalami kejadian ini, berarti anda tergolong sebagai passive smoker atau poerokok pasif. Resiko kesehatan pada perokok pasif cenderung lebih besar dari perokok aktif. Penyakit kanker paru-paru dan jantung ishkemia seringkali ditemui pada orang yang terekspos oleh asap rokok untuk waktu yang lama, walaupun ia sendiri tidaklah merokok.

Resiko kesehatan ini terkait sekali dengan kandungan zat-zat beracun dalam rokok. Namun sebenarnya tubuh manusia mempunyai sistem kekebalan yang sebenarnya mampu menetralisir zat-zat beracun ini. Sistem kekebalan ini didapat dari antioksidan yang berasal dari makanan bergizi yang kita makan, seperti sayur-sayuran hijau, buah-buahan segar, makanan berserat tinggi, susu dan makanan sehat lainnya.

Celakanya...dari penelitian yang dilakukan mulai dari tahun 1989 hingga 2000 di berbagai belahan dunia, didapatkan bahwa para perokok pasif atau orang yang terekspos oleh asap rokok cenderung untuk mengalami perubahan pola makan. Dimana setelah mereka mulai terekspos oleh asap rokok, konsumsi makanan yang sehat dan mengandung antioksidan seperti sayuran dan buah malah menurun. Sedangkan konsumsi makanan tinggi lemak, fast food, makanan goreng-gorengan dan konsumsi alkohol malah meningkat. Makanan-makanan ini merupakan faktor pemicu penyakit-penyakit degeneratif seperti kanker, kolesterol, jantung koroner. Kurangnya konsumsi makanan sehat yang mengandung antioksidan akan melemahkan sistem kekebalan tubuh terhadap radikal bebas dan zat-zat toksik dari asap rokok, sehingga tubuh lebih rentan terhdap penyakit.

Jika anda termasuk perokok pasif, mulailah banyak-banyak mengkonsumsi sayur, buah, serealia, makanan berserat tinggi serta makanan sehat lainnya. Kurangi konsumsi daging, lemak serta makanan yang digoreng. Karena resiko anda terkena penyakit degeneratif dan kanker paru-poaru jauh lebih besar dari orang yang merokok.

Sumber:
http://www.ajcn.org/cgi/content/full/72/6/1576

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Awas..! Gorengan Berbahaya  


Anda suka dan terbiasa makan jajanan gorengan. Jika benar, berhati-hatilah. Sebab, bagi seseorang yang suka makan gorengan tiap harinya picu penyakit degeneratif.

"Banyak orang yang tidak tahu bahwa kebiasaan makanan gorengan adalah makanan yang memiliki risiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi pemicu penyakit degeneratif," ujar ahli penyakit dalam RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Yogiantoro SpPD-KGEH saat berbincang-bincang kepada detiksurabaya.com, Jumat (11/4/2008).

Penyakit degenarif itu antara lain, penyakit diabetes mellitus, kardiovaskular, serta stroke. Satu makanan gorengan, setara dengan tiga potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan selingan.

Prof Yogi menjelaskan, pola makan makanan yang serba instan saat ini memang sangat digemari sebagian masyarakat perkotaan. Gorengan dan jenis makanan murah meriah lain kini juga mudah didapat karena banyak dijual di pinggir jalan.

"Penyakit degeneratif ini tidak menular. Tapi penyakit ini sudah menjadi penyakit serius di seluruh warga di seluruh dunia," tambahnya.

Penyakit kardiovaskular atau penyakit terkait kelainan pembuluh darah dan jantung kini menjadi pembunuh rangking pertama bagi usia di atas 40 tahun.

Sedangkan, kata dia, penyakit kardiovaskular disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar HDL dalam darah.

"Tiap tahun, penyakit degeneratif akibat kebiasaan makan gorengan selalu meningkat. Peningkatan itu diakibatkan oleh dampak modernisasi yang mengubah perilaku sebagian masyarakat Indonesia menjadi pengonsumsi makanan yang rendah serat dan tinggi lemak," tegasnya.

sumber: Fatichatun Nadhiroh - DetikSurabaya

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Kurang Tidur dan Obesitas  

Pernahkah anda mendengar orang yang mengatakan kepada anda bahwa terlalu banyak tidur bisa membuat anda gemuk? mungkin sepanjang hidup anda, anda sering mendengar kalimat tersebut dan anda setuju dengan hal tersebut. Namun pernahkah anda berpikir bahwa, waktu tidur yang sedikit juga dapat mengakibatkan anda gemuk (obesitas)? Woow...jika anda terkejut, maka anda tidak sendirian.

Penelitian selama tahun 2001-2003 pada 3500 orang dewasa di Spanyol membuktikan bahwa orang dewasa yang tidur kurang dari 5 jam sehari mempunyai kecenderungan untuk bertambah gemuk (obesitas; BMI >30) dibandingkan dengan orang yang cukup tidurnya (7 jam sehari). Bahkan resiko anda untuk menjadi gemuk dengan tidur <5>35) juga lebih besar. Pada severe obesity, resiko terkena berbagai jenis penyakit degeneratif dan penyakit lainnya cukup tinggi.

Jika anda wanita dewasa dan waktu tidur anda <>5kg dibandingkan dengan wanita dewasa yang tidurnya cukup (7 jam sehari).

Jadi, mulai sekarang istirahatlah yang cukup, tidur 7 jam sehari, jangan kurang jangan lebih.

Sumber: http://www.ajcn.org/cgi/content/abstract/87/2/310

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Apakah Kegemukan Menular?  

Oleh: Dr Diana Elizabeth Waturangi MSi

Pengajar pada Fakultas Teknobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Jakarta

SAAT ini banyak cara ditawarkan untuk melangsingkan tubuh, mulai dari jamu gendong, program pelangsingan tubuh, sampai sedot lemak. Hal ini menunjukkan betapa kegemukan telah menjadi suatu masalah bagi masyarakat. Namun, ternyata banyak yang tidak berhasil karena kegemukan bukan suatu masalah yang sederhana.

Pada umumnya setiap orang mendambakan berat badan yang ideal, apalagi wanita. Namun, tidak sedikit juga yang memiliki masalah dengan kegemukan, bahkan sampai obesitas. Obesitas merupakan masalah yang mendunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Angka obesitas terus meningkat dari tahun ke tahun. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2003 menyebutkan, di dunia lebih dari 300 juta orang dewasa menderita obesitas. Bahkan, di Amerika Serikat, sebanyak 280.000 orang meninggal setiap tahunnya karena obesitas.

Di Jakarta diperkirakan 10 dari 100 penduduk menderita obesitas. Biasanya kondisi ini menjadi pemicu penyakit-penyakit seperti jantung, artritis, diabetes tipe 2, serta tekanan darah tinggi.

Orang-orang yang punya masalah dengan obesitas cenderung disalahkan oleh masyarakat sebagai orang yang tidak memiliki semangat yang kuat untuk menurunkan berat badan (lack of will power). Selama ini faktor-faktor yang dianggap sebagai penyebab obesitas, antara lain, pola makan, kurang olahraga, kelainan metabolisme, serta faktor genetika.

Faktor genetika

Sejak hormon leptin ditemukan sepuluh tahun lalu, yaitu hormon pengontrol nafsu makan serta pengatur proses pembakaran lemak dalam tubuh, penelitian tentang gen-gen yang berperan dalam obesitas berkembang dengan pesat, bahkan lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan jumlah restoran-restoran "all you can eat" yang sekarang marak di mana-mana.

Paling tidak, sudah dua gen yang diteliti berasosiasi dengan obesitas, yaitu gen ob (obesity) yang memproduksi leptin, serta gen db (diabetic) yang memproduksi reseptor leptin. Leptin dihasilkan oleh sel-sel lemak, lalu dikeluarkan ke dalam peredaran darah. Saat leptin mengikat reseptor leptin yang berada di otak, maka terjadi proses penghambatan pengeluaran neuropeptida Y, di mana neuropeptida Y berpengaruh meningkatkan nafsu makan. Karena itu, apabila tidak ada leptin, nafsu makan menjadi tidak terkontrol.

Sejumlah orang yang memiliki masalah obesitas telah diteliti, dan ternyata mengalami mutasi, baik pada gen yang memproduksi leptin atau gen reseptor leptin, sehingga berpengaruh pada kontrol makanan dalam tubuh.

Dengan teknik rekayasa genetika, kloning gen leptin dari manusia ke dalam bakteri Escherichia coli telah dilakukan, dengan tujuan memproduksi leptin dalam jumlah besar. Percobaan pada tikus yang mengalami mutasi pada gen penghasil leptin menunjukkan adanya penurunan berat badan saat diberikan terapi dengan leptin. Akan tetapi, pada kenyataannya, tidak semua orang yang menderita obesitas diakibatkan karena mutasi pada gen penghasil leptin. Jadi, tentu ada faktor lain yang ikut berperan.

Infeksi virus

Penemuan Dr Nikhil Dhurandhar dari University of Wisconsin, Madison, berhasil membuka misteri lain dari obesitas di luar faktor genetika, yang selama ini dituduh menjadi penyebab utama obesitas. Ternyata obesitas bisa merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh infeksi virus. Virus ini dapat mengakibatkan penumpukan lemak dalam tubuh sehingga disebut dengan virus lemak/fat virus.

Virus lemak pertama kali ditemukan pada ayam. Ayam yang terinfeksi virus lemak lebih gemuk dibandingkan dengan ayam yang tidak terinfeksi, hal lain, yang mengherankan kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya lebih rendah dibandingkan dengan ayam normal. Keadaan yang sama juga terjadi pada manusia yang terinfeksi virus lemak.

Saat infeksi terjadi, virus lemak menyebar ke dalam darah dan sel-sel lemak, berikutnya virus memacu sel-sel lemak untuk mengambil kolesterol dan trigliserida dari dalam darah sehingga terjadi penumpukan pada sel-sel lemak. Itulah sebabnya pada orang yang terinfeksi, kadar kolesterol dalam darahnya menjadi lebih rendah dari orang normal. Penemuan ini telah dipublikasikan di International Journal of Obesity 2000.

Studi yang dilakukan terhadap ayam, tikus, dan monyet yang disuntik dengan virus lemak, menunjukkan peningkatan lemak dalam tubuh dengan kisaran 50-100 persen dibandingkan dengan hewan yang tidak disuntik virus walaupun diberikan porsi makanan yang sama.

Virus lemak merupakan kelompok Adenovirus-36. Sampai saat ini telah diketahui 50 jenis adenovirus manusia dan mengakibatkan penyakit-penyakit seperti radang otak, influenza, bahkan diare. Adenovirus biasanya dapat ditularkan lewat udara, kontak langsung, bahkan lewat air. Lalu apakah virus lemak (Adenovirus-36) dapat ditularkan dengan cara yang sama, hal ini masih memerlukan studi lebih lanjut untuk meneliti mekanisme infeksi dari virus lemak tersebut.

Survei terhadap sejumlah penderita obesitas di Amerika Serikat menunjukkan 30 persen di antaranya terinfeksi virus lemak, dan kadar kolesterol serta trigliserida dalam darahnya juga lebih rendah sebesar 35 mg, dibandingkan dengan yang tidak terinfeksi. Penemuan ini merupakan suatu terobosan besar dalam bidang ilmu pengetahuan, dan mungkin bisa mengubah banyak hal dalam mengatasi obesitas. Walaupun tidak semua orang yang menderita obesitas diakibatkan karena infeksi virus, telah terbukti bahwa infeksi virus lemak berperan penting sebagai penyebab obesitas.

Dalam surat kabar Washington Post Agustus 2004, Asosiasi Obesitas Amerika melaporkan teknik laboratorium yang telah dikembangkan untuk mendeteksi virus lemak dari darah. Orang-orang yang terinfeksi virus lemak tidak menyadari adanya infeksi ini sampai dilakukan tes laboratorium, karena tidak adanya gejala klinis yang spesifik.

Mikro-organisme

Penemuan-penemuan terakhir tentang adanya kaitan antara mikro-organisme (bakteri, cendawan, virus) dan beberapa penyakit begitu mengherankan. Hal-hal yang semula dianggap tidak berkaitan dengan infeksi sekarang mulai terlihat berhubungan. Sebagai contoh: bakteri Chlamidia pneumoniae yang sebelumnya diketahui hanya menyebabkan infeksi saluran pernapasan ternyata juga dapat mengakibatkan penyakit jantung, begitu pula dengan cytomegalovirus (CMV).

Contoh lain adalah sakit mag yang selama ini dikenal disebabkan oleh stres, makanan pedas, atau produksi asam lambung yang berlebih, ternyata diakibatkan oleh bakteri >f 3002f 3001<>

Begitu pula dengan autisme. Penelitian terakhir menunjukkan infeksi bakteri Clostridium tetani berperan penting mengakibatkan terjadinya autisme. Artinya, penyakit-penyakit yang selama ini diduga berhubungan dengan faktor fisiologi ataupun metabolisme tubuh ternyata diakibatkan oleh infeksi mikroorganisme.

Kembali ke obesitas, apabila nanti telah terbukti sebagian besar obesitas diakibatkan infeksi virus lemak, maka tantangan ke depan yang perlu dilakukan adalah mendesain vaksin untuk mengatasi serangan virus lemak.


Sumber:http://www.kompas.com/kompas-cetak/0410/04/humaniora/1302042.htm

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Diduga Meninggal Saat Dilarikan ke RS Usai Terjatuh Waktu Futsal  

Oleh: Dr. Ketut Karnala
ConocoPhillips Indonesia, Belanak FPSO Facility

”JAKARTA, KCM--Pelawak tersohor Basuki yang dikabarkan meninggal pada Rabu pukul 18.30 diduga telah mengembuskan nafasnya dalam perjalanan saat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Melia, Cibubur, Jakarta Selatan. Rekan bermain futsal almarhum bernama Ucu (43) sekitar pukul 23.00 Rabu (12/12) di rumah duka Jalan Tapak Siring, Blok F-6, Perumahan Graha Cinere, Jakarta Selatan menuturkan bahwa Basuki meninggal setelah bermain futsal di Lapangan MS Futsal, Jalan Ternate, Cibubur. Selanjutnya Ucu yang mengaku bermain sebagai kiper mengatakan Basuki sempat bermain 15 menit pada babak pertama. Juga sempat beristirahat."Malah sempat membetulkan tempat skor," katanya. Setelah itu Basuki melakukan pemanasan lagi di luar lapangan. Saat pemanasan lagi itulah, katanya, Basuki terjatuh di luar lapangan.

Melihat Basuki terjatuh,
rekan-rekan lain segera memberikan pertolongan lalu melarikannya ke RS Melia Cibubur. Menurut Ucu pihak RS Melia menyatakan, almarhum diduga kuat telah mengembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan ketika dilarikan ke RS. Sebab
sesampainya di RS Melia Basuki sudah tidak bernafas. Setiap Rabu Basuki punya jadwal bermain futsal bersama para rekan bisnisnya. Kali pertama kabar Basuki meninggal sampai di tangan para sahabatnya termasuk Tarzan berasal dari Margono, rekan almarhum yang ikut bermain fustal pada Rabu petang itu. (EH)”


D
ear All,
Meskipun kejadian di atas adalah takdir Yang Maha Kuasa, tapi coba kita
bayangkan; seandainya kita berada dilokasi 'futsal' itu, apa yang bisa kita lakukan ? Apakah ada yang melakukan ABC (Airway, Breathing, Circulation) ~ bantuan dasar utk hidup?Bagaimana kalau menimpa salah satu anggota keluarga kita? salah satu teman kita?

Di bawah ada sedikit ringkasan mengenai RJP (Resusitasi Jantung Pulmoner) atau CPR (Cardiopulmonary Ressucitation) dari: AHA (American Heart Association, 2005). Jangan lupa, sistem terbaru CPR adalah: 30:2 (30 kompresi/pompa dada: 2 X nafas buatan)

Langkah2nya:
Cek Respons/kesadaran. Jika tidak sadar ~ panggil bantuan medis. jika tidak ada telepon atau telpon jauh, minta orang lain untuk mencari bantuan medis. jangan tinggalkan korban sendiri






Sembari menunggu lakukan:
Periksa jalan nafas (hidung, mulut harus bersih dari sumbatan) ~
lihat, dengar dan rasakan ~ jgn lupa lakukan 'head tilt chin lift'(tekan dahi, dagu diangkat)
. Jika tak ada nafas beri bantuan nafas buatan 2 kali hembusan ~mouth to mouth (@ 1 detik)




Tidak ada nafas ~ langsung lakukan CPR 30:2 (30 X kompresi dada; 2 X nafas buatan)Kompresi dilakukan dengan cukup kuat (kedalaman 4-5 cm,cepat; target 100 kompresi dalam semenit). Jika masih tidak sadar, lakukan 5 siklus (1 siklus=1X 30kompresi + 2 nafas buatan)Panggil bantuan..... sembari menunggu lakukan sesuatu !! ...ulangi lg urut2an diatas !!


Untuk lebih jelasnya, bisa dilihat pada video dibawah ini (atau kunjungi http://depts.washington.edu/learncpr/videodemo/adult-cpr-video.html untuk mempelajari teknik ini lebih lanjut)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Get to Know About Cholesterol  

By: Freddi S Hendrarto
Nutritionist of Andrawina Co.


Well, it’s very common in our life that we hear our relatives or family had stroke attack or heart attack. Well I don’t want to say that these issues are ordinary ones, but they still common cases that need our attention. Mainly those cases are caused by high cholesterol level in blood.

What is Cholesterol?
Cholesterol is a waxy fat like substance. It means that cholesterol belong to fat or lipid group. Our body is made up from lipid subtances, it means that cholesterol also presents in our body tissues. But cholesterols only exist in animal tissues, not in plant tissues. It means that all plant-product are free of cholesterols (including cooking oil or margarine made from plant oil).

Mainly cholesterols present in our cells membran structure and body-cells structure (such as brain cells, nervous cells, skin cells, liver cells, heart cells and our intestine cells). Cholesterols also play vital roles in hormonal system, where the sex-hormones are made up from cholesterols. So, it’s an obvious that cholesterol aren’t always deal with diseases. But they also support our body function.

Why Should I be Concerned About Cholesterols?

Cholesterols are made in our liver. Body produces cholesterols from food we eat such as meat and dairy products. If we eat a lot of them, then our body will produces cholesterol beyond its requirement. This excess of cholesterol will be distribute to our body tissues via blood cell and LDL. If there are so many excess of cholesterol in your liver, soon the arteries will be fulfilled with LDL cholesterol. In Some point, these cholesterol would then precipitated in arteries and create clog that would block arteries.

These clogs would cause blood vessels narrowing or Arteriosclerosis. If this clog happen to be so big, then it will totally block the artery and blood will stop flowing into body tissues. If the arteriosclesrosis is happen to be at brain arteries then this would caused Stroke. And if it is in heart arteries it would cause heart attack or CHDs.

Well these disease are well known for their fatality. So, it’s already an answer why we should begin to consider cholesterol as our top-list health issues.

I heard that CHDs are multiple factor disease not by cholesterol only?

Yes. It’s true. The CHDs are caused by many factors, such as:

·High LDL Level

·Low HDL Level

·Smoking

·High Blood Pressure

·Lack of Exercise

·Diabets

·Obesity

·Age

· Sex

· Family History of CHDs

As you can see, those factor are associated with each other. People with obesity, tend to have high blood pressure, low exercise activity, high LDL level, low HDL level and had potency for developing diabets. High level of cholesterol could develop in increase of blood pressure. People with obesity usually eat a lot of high cholesterol food and tend to develop high cholesterol level in their blood. They’re deal with cholesterol. So it’s not an excuse anymore for us.

Well, I heard that not all cholesterols is bad. Is it True?

There are many kind of cholesterols. Mostly people divided them into 2 type. The Good Cholesterols or the HDL and the bad cholesterols or the LDL.

  • HDL Cholesterols or High Density Lipoproteins

The HDL known as good cholesterols because they “pick-up” cholesterol in our blood into liver, where they will be recycle. So the HDL would decrease the cholesterol level in our blood. High HDL level is associated with low risk of CHDs and other degenerative diseases.

  • LDL Cholesterols or Low Density Lipoproteins

Contrary with HDL, the LDL carry and distribute cholesterol from liver to our blood artery and body tissues. High LDL level means that more cholesterols present in our blood and would increase the risk for CHDs and other degenerative diseases.

Beside the HDL and LDL, there are also Triglyceride (TC). Triglyceride is also fat substances that has same “bad effect” like LDL if present in upper limit level. All excess of calories, sugar and alcohol from food will be transformed into triglyceride and stored as fat in your body cells. The high Triglyceride level in your blood indicate the increase of CHDs risk.

So, choose for HDL and lower your LDL and TC.

How do I Know I Have High Cholesterol?

You should take routine medical check up in order to get the exact LDL and HDL level in your blood. The lab will also check your Total Cholesterol (LDL+HDL) and the Triglyceride level. Then from your medical check up results, check this following items:

  1. Total Cholesterol
    • Normal <200>
    • Borderline High 200-239 mg/dL
    • HIGH >240 mg/dL
  2. Triglyceride
    • Normal <150>
    • Borderline High 150-199 mg/dL
    • HIGH 200-499 mg/dL
    • VERY HIGH >500 mg/dL
  1. LDL Cholesterol
    • Normal <100>
    • Borderline High 100-129 mg/dL
    • Optimum 130-159 mg/dL
    • HIGH 160-189 mg/dL
    • VERY HIGH >190 mg/dL
  1. HDL Cholesterol
    • Normal >60 mg/dL
    • Low (High Risk) <40>

Here are some foods with their cholesterol level:

Eggs ( 1 nos) 211,5 mg

Cream cheese (50g) 55 mg

Cheddar cheese (1 slice) 29,4 mg

Butter (1 spoon) 30,5 mg

Lamb Meat (50gr) 33 mg

T-Bone Steak (50gr) 30 mg

Fried Chicken (50gr) 44,5 mg

Kidney, beef (50gr) 358 mg

Liver, beef (50gr) 190.5 mg

Chocolate Ice Cream (1/2 cup) 22,4 mg

Sponge cake (50 gr) 8,0 mg

Mixed Vegetables Raw(50gr) 0 mg

Fresh Fruit Salad (50gr) 0 mg

Quaker Oats (1/2 cup) 0 mg

Fried Tempeh (1 slice) 0 mg

Olive & corn oil (5 gr) 0 mg

Soya (30 gr) 0 mg

As you can see, foods from plant origin has zero cholesterol level and all food from animal origin will have cholesterols content. By products such as liver, kidney and brain have higher choleterol level compare with meat. So you should avoid these by products if you had high cholesterol level. Besides that, you shouldn’t eat meats, dairy products and seafoods too often.

Naturally, our body doesn’t need cholesterols from foods. Our liver could produce enough cholesterols in order to meet its requirement. Saturated fat from foods will be changed into cholesterol by our liver. Although a diet high in saturated fat is the main cause of high blood cholesterol levels, eating foods high in cholesterol can also raise blood cholesterol levels. And usually the effect is twice as bad, because foods high in cholesterol are usually ALSO high in saturated fat.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Susu dan Kehamilan  

Ada yang sudah punya anak? sedang hamil atau berencana mempunyai anak? ada kabar dari Peneliti Denmark, dimana mereka menemukan adanya korelasi yang positif antara meminum susu selama kehamilan dengan berat badan bayi pada saat dilahirkan.

Selama tahun 1996-2002 mereka mengumpulkan data para ibu yang sedang hamil. Mereka menanyakan berapa gelas susu yang mereka konsumsi perharinya selama masa kehamilan. Kemudian mereka membandingkan konsumsi susu para ibu tersebut dengan berat badan bayi mereka pada saat lahir.

Rata-rata para ibu hamil tersebut mengkonsumsi 3 gelas susu/hari. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa wanita yang meminum susu selama masa kehamilan akan melahirkan bayi dengan berat badan dan panjang badan yang lebih besar dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak mengkonsumsi susu selama kehamilannya. Hal ini berarti bahwa konsumsi susu dapat mencegah terjadinya BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah). Kenapa? hal ini karena susu sapi banyak mengandung growth promoting factor.

Namun dari penelitian tersebut disimpulkan juga bahwa berat badan bayi waktu lahir berkorelasi positif dengan protein susu dan tidak berkorelasi dengan lemak susu. Artinya apa? jadi sebelum membeli susu, lihatlah label dan bandingkan produk mana yag mempunyai kandungan protein tertinggi....jangan lihat mereknya ya bu..!!! (tapi lihat harganya juga..hehehhe).

sumber:http://www.ajcn.org/cgi/content/abstract/86/4/1104

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Tips Bekerja Saat Puasa  

Puasa Bikin Lemas?
Kita terbiasa berpikir dengan berpuasa, banyak waktu makan yang harus "hilang", yaitu sarapan dan makan siang. Dan pola pikir demikian ternyata men-sugesti kita untuk merasa lemas saat menjalani puasa, terutama saat siang sampai menjelang waktu berbuka.

Memperbanyak asupan serat pada saat sahur adalah salah satu cara mencegah cepat datangnya 'kukuruyuk' di perut. Serat bisa diperoleh dari buah-buahan, sayur-sayuran, atau karbohidrat berserat seperti oatmeal. Serat atau karbohidrat kompleks memiliki efek mengenyangkan karena mampu mengembang dalam lambung. Namun serat juga lebih lama dicerna dibandingkan dengan karbohidrat sederhana, protein dan lemak. Artinya, serat akan lebih lama tertinggal di lambung dibanding zat gizi lainnya. Karena itu perut akan terasa lebih lama kenyang dan kadar gula darah juga lebih terjaga


Untuk menghindari lemas, Anda juga bisa mengkonsumsi segelas susu saat sahur. Sebaiknya konsumsi pula suplemen yang mengandung vitamin B kompleks agar metabolisme Anda semakin oke. Saat sahur memang disunahkan untuk makan sahur mendekati waktu imsak, oleh karena itu lakukan makan sahur Anda kira-kira 15-30 menit sebelum imsak, dan makanlah serat di saat-saat terakhir makan sahur Anda. Selain "mengirit" waktu cerna makanan, sahur sebelum imsak sangat baik untuk mencegah terlewatnya shalat Subuh.

Puasa Tanpa Gangguan Pencernaan
Keluhan yang paling sering terdengar saat puasa adalah gangguan berupa maag dan heartburn. Heartburn adalah rasa panas di ulu hati, yang kadang disertai dengan rasa kaku atau keram pada otot perut. Biasanya muncul apabila saat perut penuh, tubuh tidak beraktivitas kembali. Misalnya jika Anda langsung tidur setelah makan sahur. Sebetulnya kedua keluhan ini tidak perlu terjadi, selama Anda tahu bagaimana menyikapi pola kerja saluran pencernaan Anda.

Minum obat maag, terutama bagi Anda yang memang memiliki penyakit maag, adalah hal yang tidak boleh terlupakan. Obat maag dapat diminum saat berbuka dan sahur. Saat berbuka, batalkan puasa dengan segelas air atau minuman manis - usahakan tidak minum minuman yang bersuhu dingin atau terlalu panas - lalu minumlah dahulu obat maag. Tunggu sekitar sepuluh atau lima belas menit, lalu santaplah hidangan pembuka yang ringan atau segelas susu. Sebaiknya tidak langsung menyantap makanan utama segera setelah berbuka, karena saat kosong dalam waktu yang lama, otot-otot lambung tidak 'siap' menerima volume makanan dalam ukuran besar. Sebetulnya dengan menyantap hidangan pembuka yang ringan seperti semangkuk kecil kolak hangat, atau segelas susu, sudah cukup memberi energi sampai satu jam ke depan. Karena itu tak ada salahnya Anda shalat tarawih dahulu sebelum menyantap makanan utama. Selain itu jika Anda tarawih dalam keadaan perut penuh, Anda akan merasa sebah atau mual karena lambung belum siap mencerna dan mendorong makanan ke usus.

Pada saat sahur, obat maag dapat diminum sesaat sebelum imsak - jika Anda makan sahur kira-kira 30 menit sebelum imsak - atau setengah jam sebelum Anda makan sahur, ini jika Anda memilih makan sahur mendekati waktu imsak.

Apabila Anda memang memiliki riwayat penyakit maag, sebaiknya hindari makanan dan minuman yang dapat merangsang ekskresi asam lambung, seperti makan makanan yang bercita rasa asam, atau minum kopi dan teh terutama pada saat sahur.

Pada hari pertama dan kedua, mungkin gangguan pencernaan masih terbilang wajar karena perut dalam keadaan 'kaget'. Namun jika berlangsung terus menerus, tentunya ada yang salah dengan pola makan Anda. Sebaiknya perhatikan kembali pola makan Anda.

Puasa Bikin Kulit Kering?
Saat berpuasa, memang sangat wajar apabila asupan minuman cenderung menjadi berkurang, karena biasanya kita lebih 'bersemangat' untuk mengganyang makanan daripada minum air. Padahal kurangnya asupan air bisa menyebabkan Anda kekurangan cairan, apalagi jika aktivitas Anda termasuk padat, banyak berkeringat, atau bahkan Anda menghabiskan waktu kerja Anda di dalam ruangan ber-AC. Kurangnya asupan air, ditambah dengan ruangan ber-AC, akan membuat kulit Anda menjadi kering, bahkan bisa sampai pecah-pecah.

Seharusnya puasa tidak perlu menghilangkan 'jatah minum' Anda. Anda bisa, kok, menyiasati asupan 6-8 gelas sehari. Misalnya, minumlah segelas air secara perlahan pada saat membatalkan puasa. Setelah Anda menyantap makanan pembuka yang umumnya bercita rasa manis, usahakan minum kembali segelas air. Saat Anda menyantap makanan utama, usahakan Anda meminum setidaknya dua gelas air. Lalu sebelum tidur, minumlah lagi segelas air.

Pada saat sahur, minumlah setidaknya dua gelas air. Satu gelas saat Anda selesai makan sahur, dan satu gelas lagi sesaat sebelum imsak. Air yang Anda minum tidak harus air putih, tetapi Anda dapat mengkombinasinya dengan susu atau air teh yang ringan (bukan teh kental). Minumlah secara perlahan supaya tidak terasa 'memaksa'.


Puasa Merusak Diet?
Hmmm… pertanyaan ini biasanya ditujukan bagi Anda yang terbiasa 'balas dendam' saat berbuka, sedangkan Anda sedang menjalani program diet, atau mungkin sedang menjaga bobot tubuh Anda agar tetap ideal. Padahal puasa justru bisa menjadi pola diet baru bagi Anda. Dan jika dilakukan dengan benar, maka setidaknya Anda bisa menurunkan 0,5 - 1 kg perminggu, artinya bisa sampai 4 kg perbulan!

Caranya adalah dengan memilih pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka. Seberat apapun mata Anda terbuka saat waktu sahur tiba, sebaiknya Anda tetap paksakan diri untuk bangun karena pada saat sahur Anda akan menyuplai zat gizi yang tidak akan Anda dapatkan di siang hari saat Anda berpuasa. Menu sahur haruslah bergizi dan seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein dan serat (sayuran atau buah-buahan). Makan sahurlah kira-kira setengah jam sebelum imsak, dan di 15 menit terakhir konsumsilah buah-buahan atau sayur-sayuran. Seperti yang telah dijelaskan di atas, serat akan menjaga agar lambung Anda tetap penuh, dan kadar gula darah Anda tidak drop, sehingga Anda tidak terlalu lapar. Makanlah sampai Anda merasa cukup, dan tidak terlalu kenyang.

Pada saat berpuasa, usahakan tetap beraktivitas. Jangan lemas atau tidur seharian. Karena dengan beraktivitas, tubuh membutuhkan energi, dan karena tidak ada makanan yang masuk, maka energi tersebut didapat dari simpanan lemak di tubuh kita. Inilah alasan mengapa Anda bisa berdiet selama puasa. Selain itu, pada saat puasa, saluran pencernaan yang selama ini bekerja keras mencerna makanan, diberi waktu beristirahat selama 14 jam. Ini membuat saluran pencernaan menjadi lebih bersih, dan tubuh terasa lebih bugar.

Pada saat berbuka, hindari balas dendam. Balas dendam hanya akan menimbun kembali kalori yang berhasil Anda 'buang' saat berpuasa siang. Dalam agama Islam disunahkan berbuka dengan yang manis-manis, namun dalam kasus ini hindari sebisa mungkin gula (sukrosa), seperti teh manis, sirup atau kolak. Anda bisa mendapatkan minuman manis dari air sari buah (jus). Kandungan gula sari buah dapat menaikkan kadar gula dengan cepat, namun tidak merangsang produksi insulin. Alternatif lainnya adalah dengan mengkonsumsi buah kurma, karena buah kurma kaya akan gula buah yang baik untuk meningkatkan kadar gula darah. Setelah Anda mengonsumsi sari buah, tubuh akan terasa lebih segar dan bertenaga. Lakukanlah ibadah shalat Magrib terlebih dahulu, kemudian barulah Anda bersantap hidangan utama. Pilihlah menu yang seimbang antara karbohidrat, protein dan serat. Ingat, santaplah dengan menu secukupnya, jangan berlebihan.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

BAHAN KEMASAN MAKANAN  

Setiap bahan makanan mempunyai daya tahan yang terbatas sebelum ia mengalami proses pembusukan. Untuk itu berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan usia pakai dari bahan makanan. Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui proses pengemasan. Terdapat berbagai bahan/material yang dapat digunakan sebagai kemasan makanan. Penggunaan material yang tepat dapat mempertahankan usia pakai dari bahan makanan, namun penggunaan material yang salah juga dapat mempercepat usia pakai dari makanan tersebut, bahkan dapat menimbulkan bahaya kesehatan bagi konsumen makanan.

Berbagai jenis bahan kemasan makanan antara lain:

KALENG. Kaleng dapat dipergunakan sebagai bahan pengemas makanan yang aman, selama kaleng tersebut tidak berkarat, tidak penyok dan tidak bocor. Apabila kita akan mengkonsumsi makanan yanga ada dalam kaleng ini, maka perlu dilakukan pemanasan ulang. Yakni kurang lebih 15 menit untuk menghindarkan adanya bahaya E-coli yang sangat mematikan.

Gelas. Gelas merupakan bahan pengemas yang aman. Gelas banyak digunakan untuk mengemas minuman ataupun makanan yang telah diproses melalui proses fermentasi seperti acar, taoco, kecap, dan lain-lain.

Kertas. Kertas paling banyak digunakan untuk membungkus makanan dari makanan gorengan sampai makanan yang memerlukan penyimpanan lama seperti teh celup dll. Beberapa jenis kertas yang sering digunakan adalah kertas koran, kertas nasi yang dilapisi plastik serta kertas yang telah mengalami pemutihan.

Kertas yang biasa dipakai untuk mengemas gorengan biasanya digunakan kertas koran. Secara tidak sadar kertas koran ini mengandung tinta yang bersifat larut. Padahal tinta tersebut banyak mengandung timbal (Pb) yang sangat bahaya bagi kesehatan.

Bila timbal tersebut terakumulasi dalam tubuh maka akan menyebabkan gangguan saraf dan bahkan dapat menyebabkan kanker. Pada suatu penelitian, wanita hamil yang banyak terakumulasi timbal ini akan menyebabkan cacat bawaan pada janin dan merusak otak sehingga akan mempunyai kecerdasan yang rendah.

Pada laki-laki, timbal akan menyebabkan penurunan kualitas sperma sehingga dapat menyebabkan kemandulan.

Kertas yang telah diputihkan sering digunakan sebagai pembungkus teh celup. Kertas ini berbahaya karena sudah ditambahkan bahan pemutih (chlorine). Bila terkena suhu tinggi akan menghasilkan dioksin, suatu senyawa racun yang berbahaya bagi kesehatan kita. Tahun 1998 WHO menetapkan ambang batas aman konsumsi dioksin, yaitu 1-4 pikogram (sepertriliun gram) dioksin per-kilogram berat badan.

Dalam jumlah sedikit saja sudah sangat berbahaya, apalagi bila dalam jumlah besar maka dioksin akan bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker). Konsentrasi lebih tinggi lagi akan menyebabkan penyakit kulit chloracne (jerawat yang parah disertai dengan erupsi kulit dan kista).

Selain itu dioksin juga akan menyebabkan penurunan hormon reproduksi pria hingga 50% dan menyebabkan kanker prostat dan kanker testis.

Pada wanita dioksin akan menyebabkan kanker payudara dan endometriosis, yakni jaringan selaput lendir rahim yang masih berfungsi tumbuh di luar rongga rahim. Oleh karena itu untuk menghindarkan hal-hal di atas bila tidak terpaksa gunakan teh (teh tubruk) secara langsung, dan gunakan pembungkus yang aman seperti daun pisang dan aluminium foil.

Plastik. Bahan pengemas yang mudah didapat dan sangat fleksibel penggunaannya adalah plastik. Selain untuk mengemas langsung bahan makanan, seringkali digunakan sebagai pelapis kertas.

Plastik yang dikenal adalah Polyethylene, Polypropylen, Poly Vinyl Chlorida (PVC), dan Vinylidene Chloride Resin. Secara umum plastik tersusun dari polimer yaitu rantai panjang dan satuan-satuan yang lebih kecil yang disebut monomer. Polimer ini dapat masuk dalam tubuh manusia karena bersifat tidak larut, sehingga bila terjadi akumulasi dalam tubuh akan menyebabkan kanker.

Masing-masing jenis plastik mempunyai tingkat bahaya yang berbeda tergantung dan bahan kimia penyusunnya, jenis makanan yang dibungkus (asam, berlemak ), lama kontak dan suhu makanan saat disimpan. Semakin tinggi suhu makanan yang dimasukkan dalam plastik ini maka semakin cepat terjadinya perpindahannya.

Hal ini ditandai dengan menjadi melemasnya plastik pembungkus tersebut (untuk membungkus mie ayam, bakso panas dll).

Sayur bersantan, susu dan buah-buahan yang mengandung asam organik sebaiknya tidak dibungkus plastik dalam keadaan panas, ataupun kalau terpaksa jangan digunakan terlalu lama. Plastik ini boleh digunakan jika bahan yang dimasukkan dalam keadaan dingin.

Dari beberapa jenis plastik di atas yang relatif lebih aman digunakan untuk makanan adalah Polyethylene yang tampak bening dan Polypropylen yang lebih lembut dan agak tebal.

Sedangkan Vinylidene Chloride Resin dan Poly Vinyl Chlorida (PVC) bila digunakan mengemas bahan yang panas akan tercemar dioksin, suatu racun yang sangat berbahaya bagi manusia.

Dioksin ini bersifat larut dalam lemak, maka terakumulasi dalam pangan yang relatif tinggi kadar lemaknya. Kandungan dioksin tersebar (97,5%) ke dalam produk pangan secara berurutan konsentrasinya yaitu daging, produk susu, susu, unggas, daging babi, daging ikan dan telur. Oleh karena itu penggunaan plastik ini sering digunakan sebagai pembungkus permen, pelapis kertas nasi dan bahan penutup karena amat tipis dan transparan.

Styrofoam. Yang sering dikenal sebagai gabus ini digunakan untuk mengemas makanan instan, atau makanan siap saji. Wadah ini banyak disukai karena ringan, tahan bocor dan dapat menahan panas sampai beberapa waktu.

Namun yang perlu diingat styrofoam ini merupakan bahan yang terbuat dari foamed polistirenpolistiren. Yakni suatu jenis plastik yang mempunyai ciri ringan, kaku, rapuh dan tembus cahaya. dengan bahan dasar

Bahan ini kemudian dicampur dengan karet sintetis (butadiena) sehingga warnanya menjadi putih susu. Agar lebih lentur dan awet, ditambahkan zat plastizer seperti dioktiplatat (DOP) dan butil hidroksi toluena (BHT). Kandungan zat pada proses terakhir inilah menurut penelitian kimia LIPI dapat memicu timbulnya kanker dan penurunan daya pikir anak.

Selain itu bila pengemas ini digunakan untuk mengemas makanan bersuhu tinggi, maka kandungan kimianya dapat terurai dan masuk terakumulasi dalam tubuh.

Ambang batas stiren di dalam tubuh sangat sedikit, sehingga bila melebihi batas maka akan mengakibatkan gangguan-gangguan saraf seperti kelelahan, nervous, sulit tidur dan anemia serta kesuburan menurun.

Di negara-negara maju seperti Jepang dan negara Eropa pengemas ini sudah dilarang, sedang di Cina masih menjadi polemik. Tidak diperbolehkannya dipergunakan selain alasan yang berhubungan dengan kesehatan juga berhubungan dengan pemusnahannya yang sangat sulit membusuk.

sumber: Harian Suara Merdeka

Read More...
AddThis Social Bookmark Button