Blog Gizi dan Kesehatan

it's about your everyday life.
Your Ad Here
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit. Tampilkan semua postingan

Merokok Dapat Menyebabkan Katarak?  

"MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN."

Kalimat tersebut kerap saya jumpai di bungkus rokok. Namun hari ini saya cukup terkejut ketika sedang browsing sebuah jurnal kesehatan. Selain gangguan kesehatan diatas, ternyata merokok juga dapat mengakibatkan gangguan penglihatan yaitu Katarak. Sepengetahuan saya, katarak umumnya terjadi pada penderita kencing manis dan orang yang sudah tua.

Katarak merupakan gangguan penglihatan pada mata, dimana lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Akibatnya cahaya yang sampai ke retina menjadi kabur dan tidak jelas. Jelas hal ini berbahaya, karena jika benda yang kita lihat menjadi kabur tentu kita akan mengalami kesulitan untuk berjalan dan harus meraba-raba. Katarak dapat terjadi pada setiap orang. Katarak merupakan proses degeneratif dimana terjadi penurunan fungsi organ-organ tubuh, termasuk lensa mata kita. Lensa mata yang tadinya jernih akan menjadi semakin keruh seiring dengan pertambahan usia. Namun kadar kekeruhan lensa mata pada setiap orang berbeda, tergantung dari faktor diet, makanan, lingkungan dan faktor lainnya termasuk merokok.

Sebuah penelitian dilakukan di swedia pada tahun 1997 hingga 2002 dengan melibatkan 34.595 orang. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat hubungan antara merokok dan resiko terbentuknya katarak. Ternyata, setelah 5 tahun penelitian dilakukan didapatkan hasil dimana merokok ternyata dapat meningkatkan resiko terkena penyakit katarak. Semakin lama dan semakin banyak rokok yang dihisap, maka resiko terkena katarak akan semakin besar pula.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Lensa mata kita 98%-nya adalah protein. Protein pembentuk lensa mata ini sangat sensitif sekali terhadap sinar ultraviolet dan radikal bebas. Apabila lensa mata terserang oleh sinar ultraviolet dan radikal bebas, maka sel-sel protein pada lensa mata akan menjadi rusak dan mengendap di lapisan mata. Sehingga lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat jatuh ke retina.

Untunglah tubuh kita mempunyai antioksidan yang berasal dari makanan bergizi yang kita makan. Antioksidan ini berfungsi sebagai pelindung mata dari reaksi oksidasi radikal bebas dan sinar ultraviolet. Sehingga lensa mata kita masih dapat berfungsi dengan normal. Pada sebatang rokok mengandung racun dan bahan kimia yang bersifat sebagai radikal bebas. Apabila konsumsi rokok meningkat, maka akan semakin banyak antioksidan yang dikorbankan tubuh untuk melindungi lensa mata dan sel-sel tubuh lainnya dari kerusakan. Apabila cadangan antioksidan tubuh menipis, maka ada sebagian sel-sel tubuh yang tidak dapat dilindungi dari serangan radikal bebas ini. Salah satunya adalah sel-sel protein pada lensa mata. Akibatnya, sel protein menjadi rusak dan menggumpal membentuk endapan yang menghalangi masuknya cahaya ke retina mata.

Bagaimana mencegahnya?

  • kurangi dan hentikan kebiasaan merokok
  • konsumsi makanan bergizi terutama sayuran hijau dan buah-buahan yang berwarna merah dan kuning yang banyak mengandung anti oksidan
  • konsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan dan kecambah
  • hindarkan mata dari sinar ultra violet
Sayangi mata anda.......


Sumber:
http://aje.oxfordjournals.org/cgi/content/abstract/162/1/73
http://www.ajcn.org/cgi/reprint/62/6/1439S?
wikipedia (foto)

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Awas..! Gorengan Berbahaya  


Anda suka dan terbiasa makan jajanan gorengan. Jika benar, berhati-hatilah. Sebab, bagi seseorang yang suka makan gorengan tiap harinya picu penyakit degeneratif.

"Banyak orang yang tidak tahu bahwa kebiasaan makanan gorengan adalah makanan yang memiliki risiko tinggi bagi kesehatan dan menjadi pemicu penyakit degeneratif," ujar ahli penyakit dalam RSU dr Soetomo Surabaya, Prof Dr dr Yogiantoro SpPD-KGEH saat berbincang-bincang kepada detiksurabaya.com, Jumat (11/4/2008).

Penyakit degenarif itu antara lain, penyakit diabetes mellitus, kardiovaskular, serta stroke. Satu makanan gorengan, setara dengan tiga potong jenis makanan gorengan lauk dan lima potong makanan selingan atau dua potong lauk dan delapan potong makanan selingan.

Prof Yogi menjelaskan, pola makan makanan yang serba instan saat ini memang sangat digemari sebagian masyarakat perkotaan. Gorengan dan jenis makanan murah meriah lain kini juga mudah didapat karena banyak dijual di pinggir jalan.

"Penyakit degeneratif ini tidak menular. Tapi penyakit ini sudah menjadi penyakit serius di seluruh warga di seluruh dunia," tambahnya.

Penyakit kardiovaskular atau penyakit terkait kelainan pembuluh darah dan jantung kini menjadi pembunuh rangking pertama bagi usia di atas 40 tahun.

Sedangkan, kata dia, penyakit kardiovaskular disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol total, LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar HDL dalam darah.

"Tiap tahun, penyakit degeneratif akibat kebiasaan makan gorengan selalu meningkat. Peningkatan itu diakibatkan oleh dampak modernisasi yang mengubah perilaku sebagian masyarakat Indonesia menjadi pengonsumsi makanan yang rendah serat dan tinggi lemak," tegasnya.

sumber: Fatichatun Nadhiroh - DetikSurabaya

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Beberapa Jenis Osteoporosis  

Osteoporosis postmenopausal terjadi karena kekurangan estrogen (hormon utama pada wanita), yang membantu mengatur pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Biasanya gejala timbul pada wanita yang berusia antara 51-75 tahun, tetapi bisa mulai muncul lebih cepat ataupun lebih lambat.


Tidak semua wanita memiliki risiko yang sama untuk menderita osteoporosis postmenopausal, wanita kulit putih dan daerah timur lebih mudah menderita penyakit ini dibandingkan wanita kulit hitam.

Osteoporosis senilis kemungkinan merupakan akibat dari kekurangan kalsium yang berhubungan dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dan pembentukan tulang yang baru. Senilis berarti bahwa keadaan ini hanya terjadi pada usia lanjut. Penyakit ini biasanya terjadi pada usia diatas 70 tahun dan 2 kali lebih sering menyerang wanita. Wanita seringkali menderita osteoporosis senilis dan postmenopausal.

Kurang dari 5% penderita osteoporosis juga mengalami osteoporosis sekunder, yang disebabkan oleh keadaan medis lainnya atau oleh obat-obatan. Penyakit ini bisa disebabkan oleh gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal (terutama tiroid, paratiroid dan adrenal) dan obat-obatan (misalnya kortikosteroid, barbiturat, anti-kejang dan hormon tiroid yang berlebihan). Pemakaian alkohol yang berlebihan dan merokok bisa memperburuk keadaan ini.

Osteoporosis juvenil idiopatik merupakan jenis osteoporosis yang penyebabnya tidak diketahui. Hal ini terjadi pada anak-anak dan dewasa muda yang memiliki kadar dan fungsi hormon yang normal, kadar vitamin yang normal dan tidak memiliki penyebab yang jelas dari rapuhnya tulang.

Kepadatan tulang berkurang secara perlahan (terutama pada penderita osteoporosis senilis), sehingga pada awalnya osteoporosis tidak menimbulkan gejala. Beberapa penderita umumnya tidak memiliki gejala. Jika kepadatan tulang sangat berkurang sehingga tulang menjadi kolaps atau hancur, maka akan timbul nyeri tulang dan kelainan bentuk tulang.

Sumber : info-sehat.com

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Get to Know About Cholesterol  

By: Freddi S Hendrarto
Nutritionist of Andrawina Co.


Well, it’s very common in our life that we hear our relatives or family had stroke attack or heart attack. Well I don’t want to say that these issues are ordinary ones, but they still common cases that need our attention. Mainly those cases are caused by high cholesterol level in blood.

What is Cholesterol?
Cholesterol is a waxy fat like substance. It means that cholesterol belong to fat or lipid group. Our body is made up from lipid subtances, it means that cholesterol also presents in our body tissues. But cholesterols only exist in animal tissues, not in plant tissues. It means that all plant-product are free of cholesterols (including cooking oil or margarine made from plant oil).

Mainly cholesterols present in our cells membran structure and body-cells structure (such as brain cells, nervous cells, skin cells, liver cells, heart cells and our intestine cells). Cholesterols also play vital roles in hormonal system, where the sex-hormones are made up from cholesterols. So, it’s an obvious that cholesterol aren’t always deal with diseases. But they also support our body function.

Why Should I be Concerned About Cholesterols?

Cholesterols are made in our liver. Body produces cholesterols from food we eat such as meat and dairy products. If we eat a lot of them, then our body will produces cholesterol beyond its requirement. This excess of cholesterol will be distribute to our body tissues via blood cell and LDL. If there are so many excess of cholesterol in your liver, soon the arteries will be fulfilled with LDL cholesterol. In Some point, these cholesterol would then precipitated in arteries and create clog that would block arteries.

These clogs would cause blood vessels narrowing or Arteriosclerosis. If this clog happen to be so big, then it will totally block the artery and blood will stop flowing into body tissues. If the arteriosclesrosis is happen to be at brain arteries then this would caused Stroke. And if it is in heart arteries it would cause heart attack or CHDs.

Well these disease are well known for their fatality. So, it’s already an answer why we should begin to consider cholesterol as our top-list health issues.

I heard that CHDs are multiple factor disease not by cholesterol only?

Yes. It’s true. The CHDs are caused by many factors, such as:

·High LDL Level

·Low HDL Level

·Smoking

·High Blood Pressure

·Lack of Exercise

·Diabets

·Obesity

·Age

· Sex

· Family History of CHDs

As you can see, those factor are associated with each other. People with obesity, tend to have high blood pressure, low exercise activity, high LDL level, low HDL level and had potency for developing diabets. High level of cholesterol could develop in increase of blood pressure. People with obesity usually eat a lot of high cholesterol food and tend to develop high cholesterol level in their blood. They’re deal with cholesterol. So it’s not an excuse anymore for us.

Well, I heard that not all cholesterols is bad. Is it True?

There are many kind of cholesterols. Mostly people divided them into 2 type. The Good Cholesterols or the HDL and the bad cholesterols or the LDL.

  • HDL Cholesterols or High Density Lipoproteins

The HDL known as good cholesterols because they “pick-up” cholesterol in our blood into liver, where they will be recycle. So the HDL would decrease the cholesterol level in our blood. High HDL level is associated with low risk of CHDs and other degenerative diseases.

  • LDL Cholesterols or Low Density Lipoproteins

Contrary with HDL, the LDL carry and distribute cholesterol from liver to our blood artery and body tissues. High LDL level means that more cholesterols present in our blood and would increase the risk for CHDs and other degenerative diseases.

Beside the HDL and LDL, there are also Triglyceride (TC). Triglyceride is also fat substances that has same “bad effect” like LDL if present in upper limit level. All excess of calories, sugar and alcohol from food will be transformed into triglyceride and stored as fat in your body cells. The high Triglyceride level in your blood indicate the increase of CHDs risk.

So, choose for HDL and lower your LDL and TC.

How do I Know I Have High Cholesterol?

You should take routine medical check up in order to get the exact LDL and HDL level in your blood. The lab will also check your Total Cholesterol (LDL+HDL) and the Triglyceride level. Then from your medical check up results, check this following items:

  1. Total Cholesterol
    • Normal <200>
    • Borderline High 200-239 mg/dL
    • HIGH >240 mg/dL
  2. Triglyceride
    • Normal <150>
    • Borderline High 150-199 mg/dL
    • HIGH 200-499 mg/dL
    • VERY HIGH >500 mg/dL
  1. LDL Cholesterol
    • Normal <100>
    • Borderline High 100-129 mg/dL
    • Optimum 130-159 mg/dL
    • HIGH 160-189 mg/dL
    • VERY HIGH >190 mg/dL
  1. HDL Cholesterol
    • Normal >60 mg/dL
    • Low (High Risk) <40>

Here are some foods with their cholesterol level:

Eggs ( 1 nos) 211,5 mg

Cream cheese (50g) 55 mg

Cheddar cheese (1 slice) 29,4 mg

Butter (1 spoon) 30,5 mg

Lamb Meat (50gr) 33 mg

T-Bone Steak (50gr) 30 mg

Fried Chicken (50gr) 44,5 mg

Kidney, beef (50gr) 358 mg

Liver, beef (50gr) 190.5 mg

Chocolate Ice Cream (1/2 cup) 22,4 mg

Sponge cake (50 gr) 8,0 mg

Mixed Vegetables Raw(50gr) 0 mg

Fresh Fruit Salad (50gr) 0 mg

Quaker Oats (1/2 cup) 0 mg

Fried Tempeh (1 slice) 0 mg

Olive & corn oil (5 gr) 0 mg

Soya (30 gr) 0 mg

As you can see, foods from plant origin has zero cholesterol level and all food from animal origin will have cholesterols content. By products such as liver, kidney and brain have higher choleterol level compare with meat. So you should avoid these by products if you had high cholesterol level. Besides that, you shouldn’t eat meats, dairy products and seafoods too often.

Naturally, our body doesn’t need cholesterols from foods. Our liver could produce enough cholesterols in order to meet its requirement. Saturated fat from foods will be changed into cholesterol by our liver. Although a diet high in saturated fat is the main cause of high blood cholesterol levels, eating foods high in cholesterol can also raise blood cholesterol levels. And usually the effect is twice as bad, because foods high in cholesterol are usually ALSO high in saturated fat.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Makanan Anti Kanker  

Di berbagai negara maju, kanker merupakan penyebab kematian utama sesudah penyakit jantung. Pola makan manusia modern diduga merupakan penyebab dari 35% kasus kanker yang terjadi. Dengan mengubah pola makan anda menjadi diet rendah lemak dan tinggi serat, anda dapat mengurangi resiko terkena kanker.

Kunci peranan diet dalam pencegahan kanker adalah pada sifat anti-oksidan. Dimana komponen bahan makanan mempunyai sifat untuk menonaktifkan zat kimia berbahaya dalam tubuh yang disebut radikal bebas.

Radikal bebas terbentuk melalui proses tubuh normal sehari-hari. Polusi lingkungan, rokok, gas hidrokarbon hasil pembakaran kendaraan bermotor, radiasi dan zat kimia juga dapat menghasilkan radikal bebas yang berbahaya ini.

Radikal bebas bersifat tidak stabil dan selalu mencari cara agar dirinya menjadi stabil. Untuk itu ia akan “menubruk” sel-sel tubuh yang sehat dan mencuri elektron agar dirinya menjadi stabil. Sel-sel tubuh yang kehilangan elektron ini akan menjadi rusak dan menjadi sel kanker dengan pertumbuhannya yang tidak dapat lagi dikendalikan oleh tubuh.

Namun tubuh kita mempunyai sistem kontrol alami yang dapat menonaktifkan dan menstabilkan radikal bebas ini tanpa harus mengorbankan sel-sel tubuh kita yang sehat. Sistem kontrol alami ini melibatkan berbagai vitamin dan mineral yang meliputi:

  • Beta Karoten, merupakan sejenis vitamin A yang terdapat dalam tanaman dan akan berubah menjadi vitamin A di dalam tubuh, dapat membantu mencegah pembentukan radikal bebas.
  • Vitamin C, menjaga terhadap reaksi bahaya didalam sel
  • Vitamin E dan Selenium, melindungi dinding sel dari kerusakan karena radikal bebas. Selenium juga meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan perlawanan terhadap pertumbuhan sel kanker

Sumber Makanan Anti Kanker
Vitamin A
Sumber yang terbaik adalah sayuran yang berwarna hijau dan kuning. Seperti brokoli, bayam, wortel dan daun-daunan hijau.

Wortel , 1 besar mentah 11.000 IU
Wortel ½ mangkok masak 7600 IU
Bayam ½ masak 7200 IU
Labu ½ mangkok 4300 IU
Belewah ½ iris 3300 IU
Brokoli 1 batang besar 2500 IU
Saus Tomat, ½ mangkuk 1100 IU

Vitamin C
Sumber terbaik adalah buah dan sayuran. Buah seperti jeruk, melon, strawberry dan sayuran brokoli dan bayam merupakan sumber vitamin C yang bagus.

jus jeruk, 1 cangkir 120 mg
brokoli masak 90 mg
jeruk, sedang 80 mg
cabai hijau 65 mg
strawberry, 10 buah 60 mg
bunga kol, masak 60 mg

Vitamin E
Sumber terbaik untuk vitamin E adalah minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, roti gandum, benih gandum, selai kacang.

biji bunga matahari ¼ mangkok 13 mg
minyak safflower 1 sdt 8 mg
minyak bungan matahari 7 mg
kacang tanah 1 ons 2 mg
bayam, ½ mangkok masak2 mg
minyak zaitun 1 sdt 1 mg
tomat, 1 besar 1 mg

Selenium
Makanan yang banyak mengandung selenium seperti tuna, daging tanpa lemak dan ikan laut.

tuna 3,5 ons 115 mcg
paha ayam 3,5 ons 50 mcg
mie masak, 1 cup 40 mcg
spaghetti 2 ons 35 mcg
kacang mente 1ons 20 mcg
susu skim 1 cup 12 mcg

Untuk memperoleh hasil maksimal dalam pencegahan kanker,dianjurkan untuk mengkonsumsi berbagai bahan makanan anti kanker diatas dalam bentuk alaminya, bukan dari makanan tambahan atau suplemen.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Kalsium, Penting untuk Mencegah Osteoporosis  

Oleh: Retno Nur Safitri, SP (Staf Subbag TU Direktorat PPTM)

Salah satu penyakit yang sering terjadi di usia lanjut adalah osteoporosis. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur jaringan tulang yang berakibat menurunnya kekuatan tulang serta meningkatnya kerapuhan tulang dan risiko terjadinya patah tulang (WHO). Angka kesakitan osteoporosis di Indonesia diperkirakan mencapai 15%. Penyakit ini dijuluki sebagai “Silent Disease”, karena menyerang secara diam-diam, tanpa adanya gejala atau tanda-tanda khusus.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada wanita daripada laki-laki. Selain itu osteoporosis lebih banyak ditemui pada perokok dan peminum alkohol.Osteoporosis dapat dicegah, salah satunya dengan cara memenuhi kebutuhan kalsium. Orang dewasa membutuhkan 500-800 mg kalsium per hari. Kebutuhan ini meningkat sebanyak 400 mg per hari untuk wanita hamil atau menyusui.

Bahan pangan sumber kalsium yang utama adalah susu dan hasil olahannya, misalnya keju. Selain itu, ikan, kacang-kacangan, tahu dan tempe serta sayuran hijau juga merupakan sumber kalsium. Susu memang memberikan kontribusi yang cukup besar dalam mencukupi kebutuhan kalsium, akan tetapi harganya relatif mahal. Sayuran hijau dapat dijadikan pilihan karena mudah didapatkan dan diolah, harganya relatif lebih murah, serta mengandung zat gizi lain dalam jumlah tinggi (vitamin dan serat).

Tidak semua kandungan zat gizi dalam bahan pangan dapat diserap oleh tubuh. Dalam memilih bahan pangan (tidak hanya sumber kalsium) perlu diketahui juga bioavailabilitas dari bahan pangan tersebut. Bioavailabilitas atau ketersediaan biologik dapat diartikan sebagai jumlah zat gizi dalam bahan pangan yang dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh, biasanya digambarkan dalam satuan persen.
Untuk kalsium sendiri, masih sedikit penelitian tentang bioavailabilitasnya. Kisaran bioavailabilitas kalsium dalam bahan pangan cukup beragam. Pada umumnya tubuh menyerap 20 % sampai 40 % kalsium dari makanan. Akan tetapi ketika tubuh memerlukan lebih banyak kalsium (seperti masa hamil dan menyusui), absorpsi mencapai 50 % sampai 75 %. Kemampuan absorpsi lebih tinggi pada masa pertumbuhan dan akan menurun seiring dengan proses penuaan. Selain itu kemampuan absorpsi pada laki-laki lebih tinggi daripada wanita pada semua golongan umur.

Bioavailabilitas kalsium dari beberapa bahan pangan antara lain brokoli 61,3%, kol 52,7%, susu 32,1%, tahu 31% dan bayam 5,1%. Penyerapan kalsium dipengaruhi oleh jumlah zat lain dalam bahan pangan seperti fosfor, magnesium, lemak, protein, asam fitat, asam oksalat, vitamin D dan serat. Lebih lanjut dapat dijelaskan faktor pendorong dan faktor penghambat penyerapan kalsium. Faktor pendorong antara lain keberadaan vitamin D, protein, dan magnesium. Sedangkan faktor penghambat yaitu adanya asam fitat, serat, fosfat, lemak jenuh dan asam oksalat.
Kelebihan kalsium jarang ditemui, biasanya terjadi bila mengkonsumsi suplemen kalsium. Walaupun demikian konsumsi kalsium hendaknya tidak melebihi 2500 mg sehari, karena jika berlebihan dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Sumber :
Almatsier, S. 2001. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Roesma, Sonja. 2006. Pencegahan Dini Osteoporosis. Citra Pendidikan. Jakarta

Read More...
AddThis Social Bookmark Button

Asam Urat. Sebaiknya.....!!  


Asam urat atau Gout kerap ditemui pada orang-orang yang sudah cukup tua. Namun kadang penyakit ini juga ditemui pada orang yang masih muda. Gout atau asam urat disebabkan karena terjadinya gangguan pada metabolisme purin. Purin merupakan komponen dari zat gizi protein.

Dikarenakan semua komponen sel-sel dalam tubuh hewan dan tumbuhan mengandung protein, maka sebagian besar dari makanan yang dikonsumsi manusia mengandung purin. Sehingga apabila anda menderita asam urat, konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi sebaiknya dihindari.

Konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi dapat mengakibatkan peningkatan kadar asam urat dalam darah. Hal ini akan diikuti dengan dengan terbentuknya timbunan kristal berupa garam urat di persendian yang dapat menyebabkan peradangan sendi pada lutut dan atau jari.

Panduan Diet Penderita Asam Urat

  1. Secara garis besar, penderita asam urat tidak boleh mengkonsumsi makanan sumber protein yang mengandung purin >150 mg/100g bahan makanan.
  2. Disamping itu, konsumsi makanan yang mengandung lemak juga sebaiknya dikurangi. Karena konsumsi lemak yang berlebih dapat menghambat pengeluaran asam urat dalam tubuh.
  3. Penderita asam urat juga sebaiknya menurunkan berat badannya apabila yang bersangkutan mengalami kegemukan. Menurunkan berat badan akan sangat membantu sekali dalam mencapai kesembuhan dari penyakit asam urat.
  4. Konsumsi karbohidrat juga sebaiknya dikurangi, hal ini dalam rangka upaya untuk menurunkan berat badan

Bahan Makanan Yang Tinggi Kandungan Purin (Asam Urat)

  • Kelompok Kandungan Purin Tinggi (100-1000 mg purin/100g bahan makanan) – makanan jenis ini sebaiknya dihindari. Otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/air kaldu, bebek, ikan sardin, makarel, remis, kerang
  • Kelompok Kandungan Purin Sedang (9-100 mg purin/100g bahan makanan) – makanan jenis ini sebaiknya konsumsinya dibatasi. Maksimal 1-1,5 potong daging (ikan, sapi dan unggas) per hari atau 1 mangkok (100g) sayuran sehari. Daging sapi dan ikan (kecuali yg terdapat pada kelompok kandungan purin tinggi), ayam, udang, kacang kering dan hasil olahannya seperti tahu dan tempe; asparagus, bayam, daun singkong, kangkung, daun dan biji melinjo
  • Kandungan Purin rendah (dapat diabaikan) – makanan jenis ini dapat dimakan setiap hari. Nasi, ubi, singkong, jagung, roti, mie, bihun, tepung beras, cake, kue kering, puding, susu, keju, telur, minyak, gula, sayuran dan buah-buahan (kecuali sayuran dalam kelompok kandungan purin sedang)

Jadi jika anda menderita asam urat maka yang harus anda lakukan:

  1. jangan sekali-kali mencoba makanan dalam kelompok 1 (ini merupakan prinsip pertama yang tidak boleh dilanggar). Jika dilanggar anda harus bersiap-siap tidak bisa tidur semalaman menahan sakit di persendian anda.hmmmm....harga yg cukup mahal untuk sesendok daging jeroan!!!
  2. anda gemuk??? Atau anda merasa tidak gemuk tetapi pasangan anda bilang anda chubby?? (yah sama saja). Maka tugas selanjutnya adalah menurunkan berat badan anda menuju berat badan ideal. Berapakah berat badan ideal anda?? Gunakan rumus berikut: BB ideal (kg)=(TB-100)-[0.1x(TB-100)]. Dengan TB adalah tinggi badan anda dalam cm. Contoh: Berat badan saya sekarang 82 kg dan tinggi badan 172 cm, dari rumus didapatkan Berat Ideal saya adalah:(172-100)-[0.1x(172-100)]=64.8 kg (it means i’m overweight). Penggunaan berat badan ideal merupakan patokan saja dan bukan merupakan keharusan. Artinya jika dengan berat badan saya 70 kg (TB=172 cm) saya masih bisa mengatakan saya mempunyai berat yang normal. Karena masih dalam batasan -10% hingga +10% dari BB ideal.

Read More...
AddThis Social Bookmark Button